Kaos Wayang

Kaos wayang saat ini booming dan di jadikan oleh-oleh khas untuk kota tertentu seperti: Bali, Solo, Jogja, dan kota lainnya. Kaos wayang juga menunjukkan bahwa kita cinta produk dalam negeri dan mengenal tokoh-tokoh pewayangan. Wayang saat ini sudah dilupakan meskipun seni tradisional ini sebagian besar berkembang di Jawa.

Sedikit pengetahuan tentang wayang, Wayang kulit biasa dimainkan untuk moment-moment tertentu untuk hajatan sampai sebagai tolak balak. Wayang di mainkan oleh seorang dalang sekaligus menjadi pengisi dialog tokoh-tokoh pewayangan. Dengan di iring musik gamelan dan sinden maka wayang akan terasa nikmat untuk di tonton. Wayang menggunakan layar lebar warna putih seperti layar bioskop dengan sorot lampu sehingga bis di lihat dari belakang layar.

Wayang dulu hanya bisa di nikmati untuk kraton dan untuk hiburan masyarakat sekitar. Dengan seiring waktu wayang banyak di kontrak masyarakat biasa untuk hiburan. Namun, banyak anak muda yang tidak memahami cerita yang dimainkan hanya orang tua dan lanjut usia yang memahami cerita pewayangan tsb. Meskipun demikian dengan menggunakan kaos wayang maka kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa seni tradisional tidak punah. Kita harus menjaga seni tradisional ini agar tidak di klaim negara lain.

Wayang kulit lebih populer di Jawa Tengah, untuk jawa barat populer wayang golek, dan untuk Jawa Timur populer dengan seni tradisional Ludruk. Walaupun berbeda-beda seni tradisional ini patut untuk dikenal dan dipahami agar tidak punah di makan jaman.

Kaos wayang banyak di jual melalui online maupun offline, ini juga bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Jika anda berkunjung di kota Solo maka banyak ditemukan kaos wayang yang di jual sekitar Kraton, Pusat Grosir Solo, dan Pasar Klewer. Anda membeli di tempat grosir kaos polos atau juga bisa tawar menawar dengan pedagang kaki lima mulai dari harga Rp. 20.000 – Rp. 35.000.

This entry was posted in Artikel Kaos and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.